3 Pahlawan Berasal Dari Riau

Sumber : wikipedia
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pahlawan adalah seorang yang berani dengan sepenuh jiwa raganya berjuang demi keadilan serta kebebasan demi menyatukan NKRI. Perjuangan para pahlawan tidak bisa dianggap sepele, karena tanpa kerja keras mereka hingga meninggal di medang perang, bangsa Indonesia tidak akan merdeka dan maju seperti sekarang.

Oleh karena itu, tanggal 10 November dipringati sebagai hari pahlawan. Mereka yang tersebar dari sabang sampai maruke pun, dikenang jasa-jasanya pada hari tersebut. Berikut  tiga pahlawan yang berasal dari Riau :

Raja H. Fisabililah

Raja Haji Fisabililah lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau, 1725. Ia merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang telah ditetapkan pada tanggal 11 Agustus 1997.

Raja Haji Fisanililah terkenal dalam melawan pemerintah Belanda dan berhasil membangun Pulau Biram Dewa di Sungai Lama. Dan ia gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784.

Sultan Syarif Kasim II

Sultan Syarif Kasim II yang memiliki nama lengakap Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin. Lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893 ini merupakan sultan ke-12 Kesultanan Siak. Sultan Syarif Kasim II menjadi salah seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Setelah proklamasi ia menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian dari wilayah Indonesia, dan ia menyumbangkan harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah Republik Indonesia. Karena jasanya itulah namanya diabadikan sebagai nama bandara Pekanbaru.

Tuanku Tambusai

Salah satu pahlawan berasal dari riau adalah Tuanku Tambusai yang memiliki naman lain Harimau Paderi Dari Rokan. Ia lahir di Rokan Hulu, Riau, 5 November 1784, perjuangannya dimulai di daerah Rokan Hulu dan sekitarnya, selama 15 tahun ia cukup merepotkan para pasukan Belanda karena sulit dikalahkan, pantang menyerah, dan tidak pernah ingin berdamai oleh Belanda.

Hal itu dibuktikannya dengan menolak ajakan Kolonel Elout untuk berdamai. Pada tanggal 28 Desember 1838, benteng dalu-dalu jatuh ke tangan Belanda. Lewat pintu rahasia, ia dpat meloloskan diri, lalu ia mengungsi dan akhirnya wafat di Saremban, Negeri Sembilan, Malaysia.

Walaupun kini kita sudah merasakan kebebasan, namun tak ada salahnya kita menjadi pahlawan masa kini yang memperjuangkan kemajuan Indonesia.

Pesan Bolu Vizcake !

Sekarang bisa pesan berbagai bolu di Vizcake loh! Semua serba 35ribu aja. Jadi buat kamu yang ingin mengadakan acara syukuran, kondangan, arisan atau apapun dan ngga mau ribet. Bisa pesan bolunya disini.

Share dan beri Komentarmu..

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram